← Semua berita

Tradisi Gotong Royong “Nugal” Padi Masih Lestari di Desa Nawang Baru

oleh Ricky Tommy · 22 Oktober 2026 · 4 kali dibaca
Tradisi Gotong Royong “Nugal” Padi Masih Lestari di Desa Nawang Baru

NAWANG BARU – Tradisi gotong royong menanam padi yang dikenal dengan istilah nugal masih dilestarikan oleh masyarakat Desa Nawang Baru, Kecamatan Kayan Hulu. Kegiatan yang rutin dilaksanakan setiap memasuki musim tanam pada bulan September ini menjadi bagian dari kebiasaan masyarakat dalam bidang pertanian sekaligus menjaga nilai kebersamaan yang diwariskan secara turun-temurun.

Tradisi nugal dilakukan secara bergiliran dari satu rumah ke rumah lainnya. Ketika salah satu keluarga mulai menanam padi di ladangnya, warga lain akan datang untuk membantu proses penanaman benih. Benih padi dimasukkan ke dalam lubang tanam yang dibuat menggunakan tongkat kayu atau alat tradisional yang disebut tugal.

Martinus Impung (54), salah seorang warga yang diwawancarai mengenai tradisi tersebut, menjelaskan bahwa nugal bukan sekadar kegiatan menanam padi, melainkan juga wujud kebersamaan dan kepedulian antarwarga.

“Tradisi nugal ini bukan hanya tentang menanam padi, tetapi juga tentang kebersamaan. Kami saling membantu secara bergiliran, sehingga pekerjaan yang berat bisa terasa lebih ringan jika dilakukan bersama-sama,” ungkap Martinus.

Melalui sistem gotong royong ini, pekerjaan menanam padi menjadi lebih ringan dan dapat diselesaikan dengan lebih cepat. Warga yang membantu satu keluarga juga akan memperoleh bantuan serupa ketika tiba giliran mereka untuk menanam padi di ladang masing-masing.

Martinus berharap tradisi nugal dapat terus dipertahankan, terutama oleh generasi muda, agar nilai kebersamaan tetap terjaga di tengah perkembangan zaman. “Harapannya, tradisi nugal tetap dipertahankan oleh generasi muda. Dengan begitu, kebiasaan saling membantu dan kebersamaan di antara warga tidak hilang,” ujarnya.

Keberlangsungan tradisi nugal di Desa Nawang Baru menunjukkan bahwa kearifan lokal masih memiliki peran penting dalam kehidupan masyarakat. Selain mendukung kegiatan pertanian, tradisi ini menjadi sarana untuk mempererat hubungan sosial, menjaga solidaritas, dan mewariskan semangat gotong royong kepada generasi berikutnya.

Bagikan:

Baca juga